Gangguan Sistem Reproduksi

Semoga Berhasil dan Sukses

Apakah anda sudah periksa rutin ke dokter pribadi anda tentang penyakit-penyakir ringan yang biasa nya anda sering alami. Hati-hati lah karena itu seringkali penyebab dini dengan Penyakit Gangguan Sistem Reproduksi anda..
dan  segera periksalah kepada dokter spesialis

GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI

Ejakulasi Dini & Impotensi
·         Impotensi adalah ketidakmampuan untuk mengembangkan atau mempertahankan ereksi pada penis selama kinerja seksual. ereksi maksudnya adalah efek hidrolik darah masuk dan dipertahankan dalam tubuh spons-seperti di dalam Mr.P (penis)
·         Penyebabnya antara lain Penyebab organik yaitu penyakit jantung dan diabetes, masalah neurologis (misalnya, trauma dari operasi prostatectomy), insufficiencies hormonal (hipogonadisme) dan efek samping obat. Juga impotensi psikologis adalah di mana ereksi atau penetrasi gagal karena pikiran atau perasaan (alasan psikologis)
·         Ada sejumlah kriteria yang digunakan para ahli untuk membuat definisinya :
1.    Berdasarkan waktu tertentu ketika terjadi ejakulasi (misalnya, kurang dari 2 menit)
2.    Ditentukan oleh berapa kali seorang pria mampu melakukan gerakan ketika berhubungan seksual sebelum terjadi ejakulasi (misalnya, kalau terjadi kurang dari 20 kali goyangan)
3.    Ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme
4.    Ditentukan oleh kemampuan pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya
Berdasarkan tingkat keparahannya,disfungsi ereksi ini dapat dibagi menjadi tiga jenis:
1.    Ejakulasi dini ringan: ejakulasi terjadi setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat.
2.    Ejakulasi dini sedang: ejakulasi langsung terjadi setelah penis masuk ke vagina. Biasanya hal ini terjadi karena pria mengalami mengalami dorongan kuat untuk melakukan hubungan seksual.
3.    Ejakulasi dini berat: ejakulasi langsung terjadi BEGITU penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria sudah mengalami ejakulasi SEBELUM penisnya menyentuh kelamin wanita.
jika anda mengalami Impotensi ataupun  ejakulasi dini, tentu akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan yang didapat dari hubungan seksual. Dalam hubungan suami-istri hal ini bahkan dapat berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Oleh karena itu disfungsi seksual apapun tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan harus diobati dengan berbagai cara/terapi.
Penyebab ejakulasi dini
Dalam otak manusia ada zat bernama serotonin yang berfungsi untuk mengatur terjadinya ejakulasi. Serotonin disalurkan dari neurotransmitter di otak untukmenghambat ejakulasi. Oleh karena itu, jika kadar serotonin kurang atau tidak cukup, hal ini dapat menyebabkan ejakulasi yang terlalu cepat. Gangguan pada sistem saraf juga menyebabkan tubuh tidak dapat mengendalikan mekanisme ejakulasi, yang mengakibatkan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini (kedua hal ini saling berhubungan).
Penyebab lain yang lebih umum adalah faktor psikologis. Misalnya, pada pasangan yang baru menikah, biasanya masih gelisah saat berhubungan dan mungkin terlalu banyak stimulasi/rangsangan, sehingga ejakulasi terlalu cepat terjadi. Hal ini wajar dan akan pelan-pelan berkurang sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Penyebab psikologis lainnya antara lain stress yang berkepanjangan (sehingga tidak bisa rileks), ingin cepat selesai ketika melakukan hubungan seksual, perasaan bersalah (guilt), dsb. Semua hal ini dapat menyebabkan gejala ejakulasi dini.
Dampak ejakulasi dini & impotensi
Dampak dari penyakit ini sebagian besar merupakan dampak psikologis. Jika ejakulasi dini masih dalam tahap ringan dan pasangan merasa tidak ada masalah, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hubungan suami-istri dan rumah tangga dapat berjalan harmonis. Tapi jika ejakulasi prematur sudah sampai tahap parah, segera atasi, cari pengobatan untuk gangguan ejakulasi dini tersebut.
Dampak dari ejakulasi dini pada pria seperti efek domino. Efek yang pertama, yaitu pria merasa tidak puas karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat. Akibatnya, pria menjadi kecewa, bisa juga malu kepada pasangan karena terlalu cepat ejakulasi. Pasangan juga merasa tidak puas, jengkel, marah dan mungkin saja menyalahkan si pria. Sebagai akibatnya, pria dapat menjadi stress, rendah diri, tidak percaya diri dan jadi malu terhadap pasangannya. Jika hal ini berlanjut terus, pria dapat menjadi takut atau “trauma” untuk melakukan hubungan seksual. Secara psikologis hal ini dapat menyebabkan hilangnya dorongan seksual dan disfungsi ereksi.

Oke itulah Sekedar informasi Yang bisa saya sampaikan kepada anda semoga bermanfaat dan berguna Bagi anda..
selamat Mencoba.


0 komentar "Gangguan Sistem Reproduksi", Baca atau Masukkan Komentar

Posting Komentar